The Demi Gods and Semi Devils sub indo episode 36

Beritahu siapa kakak Dai Tou? Lihat baik-baik wajahmu cantik atau jelek? Kenapa bisa begitu? Wajahku... Kenapa wajahku bisa begini? Lihatlah, seberapa jelek kamu. Jangan main lagi. Aku ingin dia bercermin. Biar tahu dirinya jelek dan menyeramkan. Masih berani bilang aku jelek. Lihatlah ekspresinya menarik. Dia sudah mati. Dia dibuat mati kesal olehmu. Lihatlah gara-gara kamu. Dia pantas mati. Kenapa galak padaku. Apa kamu suka dia? Sudahlah. Aku buat dia menebus nyawa. Kamu bunuh aku seperti bunuh kakakku. Orang terakhir yang tahu kakak Dai Tou sudah mati. Bagaimana aku balas dendam. Aku buat A Zhu mati sia-sia. Aku bantu kamu lampiaskan emosi, masih menyalahiku. Aku memang pantas mati. Semua gara-gara kamu. Kakak ipar... Tunggu aku... Jangan marah denganku Aku minta maaf. Kamu segera kembali ke sisi orang tuamu Aku suka bersamamu. Pengawal ayahku tak suka denganku. Aku suruh ayahku bunuh mereka, ayahku tak mau. Ayahmu selalu bersama mereka. Kamu buat nyawa Chu Wan Li terancam. Bagaimana mungkin dia baik padamu. Kakak ipar, kamu mau kemana? Harusnya aku balas dendam. Tapi sekarang tak tahu siapa musuhku. Mungkin aku tak bisa balas dendam lagi. Aku pikir kenapa. Kamu limpahkan pada nyonya Ma saja. Masih menuduh. Kalau bukan A Zhu, aku takkan mengampunimu. Aku tak minta kamu mengampuniku. Semuanya mau. Silahkan nikmati. Silahkan masuk. Mau pesan apa?/ Arak. Kakak ipar. Arakmu. Maaf, nona, disini ada orang. Berikan arak. Nona, kamu minum arak juga? Nona apa. Kenapa aku tak boleh minum. Berikan arak dan daging.. Apapun yang dipesan orang itu, aku pesan juga. Kamu serius atau bercanda? Kamu kecil-kecil, apa bisa makan sebanyak itu. Siapa yang kecil? Apa matamu buta? Tak melihat aku sebesar ini? Takut aku tak bisa bayar? Aku tak bisa habiskan, apa tak boleh berikan pada anjing? Kamu jangan ikut campur. Kalau bicara lagi, aku potong lidahmu. Mau potong lidahku? Takutnya kamu tak sanggup. Kamu meremehkanku?/ Tidak... Aku bawakan arak dan daging. Berani bilang aku jelek. Aku buat kamu mati sengsara. Mau celakai orang lagi. Aku mau potong lidahnya. Dia cuma bercanda, kamu mau potong lidahnya. Kenapa bercanda denganku./ Kamu tak perlu potong lidahnya. Kalau mau mengurusiku, harus bawa aku. Kalau tidak aku akan memotong lidah banyak orang. Arakmu datang. Jangan terburu-buru memotong lidah orang. ikut aku temui guru. Kamu datang tepat waktu. Aku mau traktir kamu minum. Aku tuangkan arak untukmu. Kenapa? Aku traktir kamu minum, tak beri muka? Baiklah, aku beri kamu muka. Arak bagus. Sudah lama tak minum arak racun. Hebat... Sungguh hebat. Kamu memang hebat menguji racun. Aku salut... Guru perintahkan aku bawa kamu pulang. Jalanlah. Jangan buat guru marah. Guru paling menyayangiku. Beritahu guru, aku bertemu kakak iparku di jalan. Mau pergi ke Jiang Nan bersama dia. Adik, kalau kamu tak berniat pulang. Serahkan pusaka padaku. Aku bisa jelaskan pada guru. Pusaka apa? Pura-pura bodoh? Apa mau paksa aku main tangan? Kakak ipar, tolong aku. Mereka mau membunuhku. Cepat kembalikan pusakaku. ltu pusaka Xing Xiu Pai, tak boleh diberikan pada orang luar. Kamu bilang apa? Kapan aku ambil. Kenapa kamu begitu? Kamu bilang dua hari saja, kenapa sampai sekarang belum kembalikan. Kembalikan! Kamu sudah lihat, sudah dipakai oleh orang luar. Kalau guru tahu, kita bisa mati. Cepat maju... Maju... Kamu buat racun berbalik. Aku bukan lawanmu. Kejam, aku mengampunimu. Kamu malah melukai orang. Kamu tak tahu, dia tak bisa melukaimu. Racun tak bisa menyebar jadi harus limpahkan racun pada orang lain. Kalau tidak dia akan mati. llmu sesat. Jangan mengikuti lagi. Kakak ipar... Pendekar Xiao. Kakak Xiao. A Zhu. Kakak Xiao, akhirnya kamu melihatku. Siapa yang ijinkan kamu memanggil aku kakak Xiao? Aku panggil kakak ipar, kamu tak berhenti Aku panggil pendekar Xiao, kamu tak berhenti juga. Aku panggil kamu kakak Xiao, kamu berhenti Kakak Xiao sangat berguna. Kakak Xiao./ Sudahlah. Cuma kakakmu yang boleh panggil aku kakak Xiao. Kelak kamu harus ingat. Panggil aku kakak ipar saja. Kakak ipar sungguh baik padamu. Kenapa Tuhan tak buat aku bertemu dia duluan. Sudahlah, aku takkan panggil kamu kakak Xiao lagi. Aku panggil kakak ipar Lepaskan./ Tidak. Kakak A Zhu suruh kamu menjagaku. Kakak, cepat lihatlah. A Zhe sendirian, banyak yang menindasku. Kakak Xiao juga tak mempedulikanku. Sudahlah. Tak apa? Terima kasih kakak A Zhu. Kakak A Zhu paling menyayangiku. Bangunlah. Kamu memapahku, aku akan berdiri. kalau kamu begini lagi, aku takkan mempedulikanmu. Kakak ipar, tunggu aku. Kamu mengikutiku, takkan ada untungnya. Kembali ke sisi orang tuamu. Aku tahu suasana hatimu buruk. Aku menemanimu, pelan-pelan akan membaik. Bukan aku yang buat masalah, tapi kakak seperguruanku yang tak melepaskanku Lebih baik aku ikuti kamu. Tadi mereka bilang kamu curi pusaka gurumu. Barang apa?/ Pusaka apa? Aku tak pernah ambil, jangan dengarkan mereka. Berhenti! Adik seperguruan. Ternyata kalian, aku pikir penjahat. Tak apa, sesama saudara. Kenapa kamu lukai kakak kedua? Aku tak melukai kakak kedua. Kamu boleh banyak makan, tapi tak boleh asal bicara. llmuku tak sebagus kakak kedua. Bagaimana bisa melukai dia. Katanya kamu suruh kakak iparmu melukai dia. Apa pusaka itu ada pada kakak iparmu? Kalau kamu sudah tahu, kenapa minta dariku? Maju... Apa pusaka yang kalian maksud?/ Aku tak bisa beritahu. Cepat katakan. Aku akan katakan. Shen Mu Wang Ding Apa itu? ltu rahasia perguruan kami. Jangan mempersulit aku. Kalau aku beritahu kamu, guru takkan melepaskan kami. Kamu benar. Kalau kakak iparku tahu gunanya, dia takkan kembalikan. Sebaiknya kamu jangan beritahu. Semua gara-gara kamu, masih asal bicara. Tak boleh beritahu. Disini tak ada orang, katakan. Aku sungguh tak tahu. Kamu membunuhku pun, tetap tak tahu. Kalau begitu, pergi matilah. Sebenarnya apa gunanya? Aku sungguh tak tahu. Tak mau beritahu, baiklah. Satu, dua, tiga... Aku beritahu... Kami gunakan untuk menyembah dewa. Beritahu atau tidak? Shen Mu Wang Ding digunakan untuk ilmu pencerahan. A Zhe mencurinya, pelajari ilmu ini? Benar.... Kalau tidak untuk apa dia mencurinya. Kembalikanlah pada kami. Kakak ipar, kamu sungguh hebat. Serahkan Shen Mu Wang Ding. ltu ilmu sesat. Kamu bisa tersesat. Aku bilang tak ambil. Kenaap tak percaya aku. Kalau tak mau bicara jujur, aku takkan mengurusimu lagi. Kakak ipar. Shen Mu Wang Ding tak ada gunanya bagiku. Tak mungkin kuambil. Terserah kalian percaya atau tidak. Kakak ipar. Kakak ipar. Jangan tinggalkan aku. Aku mempedulikanmu. Kakak terhebat... Aku sudah bawa adik pulang. Kamu cukup hebat. Begitu banyak orang yang pergi mencarimu. Benar. Kamu juga turun tangan. Tentu saja aku terhormat. Tapi semua pasti ada alasannya. Kalian menindasku. Kalau kakak iparku tahu, mungkin kalian semua akan mati. Aku sangat takut. Siapa kakakmu? Suruh dia datang. Biar aku lihat. Asal usul kakak iparku hebat. Dia adalah Xiao Feng dari ketua Gai Bang mereka sudah pernah bertemu. Sudah. Ternyata mantan ketua Gai Bang. Benarkah dia kakak iparmu? Jangan asal mengakui. Apa aku tahu latar belakangmu. Kenapa tak boleh punya kakak ipar? Apa aku berasal dari batu? Kakak iparku benar-benar Xiao Feng. Kalau kamu tak tahu diri mau bertarung dengan kakak iparku. Sebaiknya lepaskan aku dulu. Saat kamu dijatuhkan dia, aku bisa bantu kamu mohon ampun. Biar dia mengampunimu. Aku bisa melepaskanmu. Serahkan Shen Mu Wang Ding. Aku sudah bilang. Ada pada kakak iparku. Tadi mereka tak berani minta. Aku bisa pa. Benar tidak? Bukan kami tak berani minta. llmu kakak iparnya sangat hebat. Kakak juga hebat. Semua orang sebut Bei Qiao Feng, Nan Mu Rong. Jangan bilang mereka semua adalah kakak iparmu. Kalau begitu pasti buat aku ketakutan. Tentu saja bukan. Kakak iparku cuma satu. Aku tak bercanda. Kakak iparku benar-benar Bei Qiao Feng. Tapi sekarang dia marga Xiao.s Aku pernah dengar orang ganti nama. Kakak iparmu ganti marga. Makanya dia berbeda dan hebat. Pantas saja. Kakak iparnya begitu hebat. Kamu mau bilang apa?/ Tidak.... Aku tak bilang apa-apa. Apa kamu sudah beritahu Xiao Feng?/ Tidak... Kalau kamu tak beritahu, bagaimana kakak iparku bisa tahu gunanya? Kamu... Kamu bocorkan rahasia perguruan. Apa hukumannya? Aku juga dipaksa, ampuni aku. Ampun... Pelan-pelan saja. Segera lewat. Kamu cukup menang dariku. Sesuai peraturan, kamu akan jadi kakak Tak ada yang berani padamu. Matilah kamu. Berdirilah. Jangan takut... Titip salam untuk ibumu. Pembocor rahasia akan mati. Kakak lindungi perguruan. Kakak bijak... Adik. Kamu curi pusaka guru, serahkan pada orang lain. Harus bagaimana menghukummu? Aku memang melanggar peraturan. Tapi apa kamu masih mau ambil pusaka? ltu salah satu pusaka perguruan. Tentu saja harus kembali. Tapi kakak iparku emosian. Aku yang berikan pada dai. Cuma aku yang minta, dia baru akan berikan. Orang lain yang minta, mungkin bisa mati Benarkah. Menurutmu harus bagaimana? Begini saja. Lepaskan aku, biar kucari dia. Aku bantu kamu ambil kembali. nanti kamu yang berjasa. Aku juga menebus salah. Kamu permainkan aku. Kalau aku melepaskanmu. Wajahku harus taruh kemana? Apa aku pantas jadi kakak kalian? Adik, bertindaklah. Aku pasti akan cari pusaka Sesuai peraturan. Kalau kamu menang dariku, kamu akan jadi kakak perguruan. Orang-orang ini akan mengikutimu. Takkan ada yang berani padamu. Kamu mengikatku, bagaimana bertarung? Kalau mau bertarung, harus terhormat. Bagus. Aku lepaskan kamu. Adik, keluarkan jurus. Aku tak mau mengeluarkan jurus. Kenapa? Keluarkan jurus, masih ada kesempatan jadi kakak perguruan. Aku tak mau jadi kakak perguruan. Aku cuma mau jadi adikmu. Kemampuanku tak mungkin sehebat kakak Kamu tenang saja. Kalau bukan kamu melanggar peraturan. untuk apa aku menyulitkanmu. Terima pukulan. Kakak ipar. Bagaimana dengan ilmuku? Kakak ipar, cepat tolong aku. Kakak A Zhu, lindungi aku... Siapa lagi yang berani bertarung denganku? Aku sudah bilang kamu akan jadi kakak perguruan kami. llmu kakak tiada tandingannya.... Sudahlah. Mulai sekarang kalian harus menurutiku. Sekarang pergi ke sebelah sana. Lain kali tanpa ijinku, jangan ikut. Kalau tidak kalian takkan bisa lepas. Pergi! Kakak ipar, aku beritahu... Tadi kamu sangat hebat... Bicara denganku. Bukan aku yang bisa melindungimu. Tapi Duan Shi dari Da Li. Kamu kembali Da Li. Gar bisa lepas dari Xing Xiu Pai. Kalau kamu berniat tetap berada di Xing Xiu Pai. Jaga diri baik-baik. Sekarang kamu kakak perguruan. Takkan ada yang berani menindasmu lagi. Apa maksud ucapanmu? Kenapa tak mau aku mengikutimu? Apa karena aku selalu buat masalah? Aku bersumpah, kelak aku akan patuh. Percaya padaku. Kalau aku buat masalah lagi, usir aku. Aku akan pergi. Aku sudah janji dengan A Zhu. Setelah balas dendam akan kembali menemani dia. Temani dia? Bagaimana cara temani? Jaga makamnya atau mati bersama dia?

Loading